Friday, April 24, 2015

Zaman serba selfi

Tahun 2014 adalah tahun yang serba selfi. Baik selfi secara visual maupun selfi secara tulisan. Banyak menuliskan unek2 yang ada di hati di facebook, upload foto apapun ke dalam facebook. Seakn semua orang tersihir akan budaya baru ini. Seakan semua orang digiring melakkan hal yang sama di internet. Apapun profesinayu, apapun kegiatannya. Ada yang berdoa di wall. ada yang memamerkan kecantikannya di internet, ada yang memamerkan kekayaan di internet.
Teknologi seperti dua sisi pisau. Jika kita menggunakan untuk kebaikan maka akan sangat bermanfaat bagi kita. Tapi jika kita gunakan untuk kejahatan, atau keburukan maka juga sangat ampuh untuk digunakan.
Cara berfikir kita mulai pendek, semua kita umbar di media sosial. Sedikit sja kita tidak suka kita langsung menuliskan ke media sosial. Ada yang dengan bahasa seperti kiyai, ada juga yang seperti bahasa orang paling benar, dan lain sebagainya. Itu semua tidak lah menguntungkan bagi penulisnya. Lebih baik kita jadikan sebuah momen adalah sebuah pelajaran. Jika tidak suka jadikan hikmah pelajaran untuk tidak menjadi apa yang tidak kita suka. Sesungguhnya apa yangtidak suka tidak sllu tidak baik buat kita. Malah kadang apa yang kita suka banyak juga yang tidak baik buat kita.
Teman teman perlu penyadaran diri, perlu menyelamatkan diri dari perilaku yang tidak terpuji. Gunakan teknologi dengan bijaksana, jangan terjerumus pada sisi yang buruk dari teknologi. Ayo isi dunia maya ini dengan isian yang baik dan indah niscaya dunia maya akan menjadi taman yang indah. Jika dunia maya ini kita isi dengan yang buruk buruk maka memang dunia maya ini menjadi dunia yang akan merusak dunia nyata.

No comments:

Post a Comment