Thursday, July 23, 2015

Top Secret : Media tidak bisa dipercaya, tidak proporsional dan objektif

Di Indonesia mencari orang jujur itu sulit. Bahkan media, yang katanya adalah sumber informasi, jika ada sedikit saja kepentingan, maka informasi tak akan lagi bisa dipercaya. 
Media itu seharusnya memberi informasi apa adanya, tdk perlu menambah-nambah atau menutup-nutupi dengan tujuan mencari sensasi, mencari popularitas, membuat pembaca penasaran, sehingga membuat judul tidak sesuai dengan isi, membuat judul yang provokatif supaya banyak orang yang membaca dan ikut masuk dalam komentar yang tidak jelas. Kenapa tidak jelas ? karena mereka yang berkomentar pun tidak bisa memberi informasi yang objektif. 
Salah satu informasi yang saya tulis adalah : informasi berita dari BBC Indonesia. Khusus dalam kasus Kerusuhan Tolikara di Papua, saya yakin informasi BBC ternyata ada tunggangan kepentingan. Apakah kepentingan oleh wartawan nya sendiri, atau bahkan redaktur seluruh BBC. 



Lihat screenshot saya : 
pada screenshot di bawah ini inforemasi yang diselewengkan adalah informasi masjid yang dikatakan sebagai mushola. Tidak mungkin Sholat idul fitri itu dilakukan di mushola. 
Dan ada berita lain dan gambar lain yang jelas benar bahwa papan nama masjid jelas terpampang.
So ... hati-hati dengan media, mana ada yang bisa dipercaya. 
Mau yang pro atau kontra jika memberitakannya tidak proporsional maka lebih baik kita mulai sadar media apa yang kita baca.



Ketika search di Google cari image logonya ternyata masih ada yang mainstream lagi kalo nyenggol masalah SARA : 

Mulai sekarang harus mulai hati-hati memilih media. 
Hari ini 1 media gugur menjadi pilihan saya.

Wednesday, July 22, 2015

Bahasa Marketing yang menjebak Rakyat

Hal yang akan dibahas tulisan ini, yakni pemimpin indonesia, yakni mereka yang telah jelas memakan gaji dari rakyat. Yaitu Bahasa menjebak rakyat demi memenuhi keinginan "BISNIS" semata. melupakan undang-undang tentang segala kekayaan alam hanya diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat.
Tapi realitanya, TIDAK !! Bahkan yang lebih sadis adalah mereka menjebak rakyat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mereka meminta bayaran yang besar untuk jualan barang kami (rakyat). Mereka meminta kami untuk membeli barang milik kami dengan harga yang mahal. dan mereka katakan "Hanya orang miskin yang membeli barang murah" atau " Kami mensubsidi buat orang miskin atau rakyat".
Apa saja yang mereka katakan bahwa kami disubsidi (diberi bantuan) atas ketidak mampuan kami ?
1. GAS LPJ
2. Premium
3. Listrik
Padahal sekali-kali tidak, mereka itu telah berdagang terhadap harta milik kami, sementara kami diminta untuk membeli dengan harga yang mahal.
Akan kami catat sampai kapanpun, siapa yang bisa dan masih mengambil kebijakan tersebut.
Hari ini saya tulis dan tunjukkan bukti bahwa kita telah ditipu oleh pemakan harta rakyat.



dirut Pertamina tahun 2015 adalah 
Dr. Ir. Soetjiopto

Atas pengangkatan dari Menteri BUMN tahun 2015
 Rini M Soemarno

pada masa pemerintahan

Ir Joko Widodo

Walaupun secara objektif, saya katakan kebijakan ini sudah ada sejak masa pemerintahan SBY, tetapi di pemerintahan sekarang, ternyata pemimpin-pemimpin kita tidak menyadari akan hal ini sehingga tidak bisa melakukan perubahan yang berarti. Sesungguhnya rakyat tersakiti walau hanya dengan kata-kata apalagi dengan kekerasan ataupun dengan perampokan kekayaan.