Media itu seharusnya memberi informasi apa adanya, tdk perlu menambah-nambah atau menutup-nutupi dengan tujuan mencari sensasi, mencari popularitas, membuat pembaca penasaran, sehingga membuat judul tidak sesuai dengan isi, membuat judul yang provokatif supaya banyak orang yang membaca dan ikut masuk dalam komentar yang tidak jelas. Kenapa tidak jelas ? karena mereka yang berkomentar pun tidak bisa memberi informasi yang objektif.
Salah satu informasi yang saya tulis adalah : informasi berita dari BBC Indonesia. Khusus dalam kasus Kerusuhan Tolikara di Papua, saya yakin informasi BBC ternyata ada tunggangan kepentingan. Apakah kepentingan oleh wartawan nya sendiri, atau bahkan redaktur seluruh BBC.
Lihat screenshot saya :
pada screenshot di bawah ini inforemasi yang diselewengkan adalah informasi masjid yang dikatakan sebagai mushola. Tidak mungkin Sholat idul fitri itu dilakukan di mushola.
Dan ada berita lain dan gambar lain yang jelas benar bahwa papan nama masjid jelas terpampang.
So ... hati-hati dengan media, mana ada yang bisa dipercaya.
Mau yang pro atau kontra jika memberitakannya tidak proporsional maka lebih baik kita mulai sadar media apa yang kita baca.
Ketika search di Google cari image logonya ternyata masih ada yang mainstream lagi kalo nyenggol masalah SARA :
Mulai sekarang harus mulai hati-hati memilih media.
Hari ini 1 media gugur menjadi pilihan saya.



No comments:
Post a Comment